Sudah seharusnya kita harus bersyukur .. karena Allah merahasiakan jodoh kita. Dia tidak memberi tahu kepada manusia tentang siapa jodoh kita, kapan kita berjodoh, bagaimana kehidupan perjodohan kita dan seterusnya. Satu hal yang mungkin perlu pula kita yakini tentang bagaimana sebenarnya yg dikatakan berjodoh itu. Apakah, tatkala sudah mengikatkan tali pernikahan hingga maut menjemput tidak terlepaskan, atau yang seperti apa? Sehingga kita juga bertanya apakah tatkala seseorang yang memadu kasih kemudian putus hubungan dapat dikatakan tidak berjodoh? Atau mereka yang menikah kemudian harus bercerai dikatakan pula tidak berjodoh? Atau seperti apa?
Namun demikian, yang sangat penting pula adalah rahasia jodoh itu. Sebagai bagian Iman kepada taqdir, masalah jodoh ini seharusnya dapat mengantarkan kita untuk cerdas dalam menjalani hidup. Jika dibayangkan, seandainya jodoh seseorang telah diberitahukan kepada manusia, mungkin manusia ada menjalani hidup dengan semangat, karena mengetahui bahwa jodohnya adalah manusia yang "sempurna" di muka bumi ini. Namun pasti ada pula manusia yang tidak bersemangat, karena ternyata dia akan mendapatkan jodoh dengan manusia "terjelek" di muka bumi, atau bahkan tidak mendapatkan jodohnya di tempat yang mudah di jangkau, atau bahkan pula sama sekali tidak berjodoh.
Demikian pula jika dibayangkan, jika ternyata Allah memberitahukan kehidupan perjodohan kita yang langgeng sampai mati atau bahkan sebaliknya, akan mengalami kehidupan perjodohan yang penuh dengan masalah, bagaikan di neraka. Sangat dimungkinkan tatkala telah mengetahui, manusia tidak ingin berjodoh atau sebaliknya pula.
Banyak pula hal-hal yang dapat dibayangkan tatkala Allah memberitahukan jodoh kita. Namun demikian, kerahasiaan perjodohan juga kadang atau sering pula telah mengantarkan manusia untuk berpikir pendek untuk menjalani kehidupan. Seperti tatkala hubungan cinta yang tidak berujung pada perikatan pernikahan.
Untuk itulah, kita perlu memaknai rahasia jodoh ini dengan kecerdasan. Allah telah memberikan pilihan buat kita seraya juga telah memberikan penjelasan tentang rahasia-rahasia kehidupan, dan kemudian Dia menghendaki kita untuk menggunakan akal dan hati untuk memilih jalan hidup yang kita pilih. Termasuk langkah untuk memilih kehidupan berjodoh atau tidak.
Rahasia perjodohan juga seperti rahasia kematian, rahasia rezeki dan rahasia umur buat manusia. Sebagai bagian dari iman kepada takdir, kiranya kita dapat lebih bijaksana dalam memaknai dan menjalaninya. Satu hal lagi, kita harus bersyukur dengan kerahasiaan ini...