| |
Statistik Anggota
|
 |
| | | Anggota Baru: | 0 | | Anggota Pria: | 669 | | Anggota Wanita: | 215 | | Foto Terbaru: | 0 | | Anggota Online: | 0 |
|
|
| |
Berita
|
 |
| | Segera Menikah 05 May 2010
Kabar gembira lagi, 3 member cepatnikah.com akan segera menikah pada bulan Juni 2010. Mereka telah menemukan pasangan yang serius menuju pelaminan. Selamat. Admin ...selanjutnya
Usia Diatas Kepala 3 01 Mar 2010
Bagaimana perasaan Anda jika usia diatas kepala 3, namun belum ada tanda-tanda mendapatkan pasangan yang sesuai. Pertama, kita harus bersyukur karena... selanjutnya
| Semua Berita |
|
| |
Kisah Sukses
|
 |
| | Sudah seharusnya kita harus bersyukur 26 Jun 2005 oleh arial
Sudah seharusnya kita harus bersyukur .. karena Allah merahasiakan jodoh kita. Dia tidak memberi tahu kepada... selanjutnya | Semua Kisah |
|
| |
Language Option
|
 |
|
| |
Lucky Spin
|
 |
| |
|
|
Menata Cinta 05 May 2009
"Setiap
hari, cinta harus ditumbuhkan dengan berbagai cara. Cinta harus tumbuh
menembus semua rintangan. Kuncup-kuncupnya tak boleh merekah semua
seketika, untuk kemudian layu. Ranting dan pokoknya harus kuat
menjulang. Cinta harus ditumbuhkan sepanjang usia dengan bunga-bunganya
yang bertaburan di sepanjang jalan kesetiaan. Jalan yang ditapaki
dengan riang di bumi dan semoga kelak mempertemukan kita kembali
dengannya di surga" ~Helvy Tiana Rosa~
Dear
all, tema cinta dalam kehidupan sehari-hari sudah terlalu sering kita
dengar. Bahkan sudah terlalu sering dibahas dalam berbagai forum
diskusi. Entah itu dengan tujuan serius, ataupun main-main. CINTA
adalah sebahagian daripada fitrah manusia. Cinta memang sudah ada dalam
diri kita. Bersyukurlah orang yang diberi cinta dan mampu menyingkap
rasa cinta dengan tepat. Pengaruh --pembahasan-- cinta bagi semua orang
tentu berbeda-beda. Banyak hal yang turut mempengaruhi cara atau sikap
seseorang terhadap sesuatu yang disebut cinta. Sebagian dari kita
bahkan ada yang apatis terhadap cinta, ada yang memuja cinta, ada yang
menjauhi cinta, bahkan antipati terhadap cinta.
Jalaludin Rumi mendeskripsikan cinta dengan begitu indah : "Cinta
letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali.
Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan.
Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas,
keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga,
derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang
mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang
mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi
pemimpin."
Inilah dasyatnya cinta. Lain lagi dengan Gibran, begitu dahsyatnya cinta hingga ia berkata : "Cinta sebagaimana ajal, mengubah segala-galanya". Dahsyat bukan? Lain lagi cinta menurut Patkay, dalam cerita Sungokong : "Cintaa ooh cinta.. deritanya tiada akhir".
Cinta
bukan hanya ketertarikan kita pada sesuatu, tapi cinta adalah sebuah
nilai lebih yang tidak berbilang, sebuah kepatuhan, Sebab al-mawaddah
adalah cinta yang terlihat dari sikap dan perlakuan, serupa dengan
kepatuhan sebagai hasil rasa kagum kepada seseorang. Kita
tahu bagaimana kecintaan Khadijah ra kepada Rasulullah saw, yang rela
mengorbankan apa saja yang dimilikinya dengan perasaan bahagia demi
perjuangan sang kekasih yang menjadikannya mulia. Sebaliknya ada
perempuan yang mengorbankan kehormatannya hanya untuk menyenangkan sang
kekasih yang dia lakukan atas nama cinta. Atau ada remaja bunuh diri
hanya karena cinta. Cinta yang demikian yang membawanya kepada kehinaan.
Bukankah Islam tidak pernah membelenggu rasa cinta?,
karena itu Islam menyediakan penyaluran untuk itu (misalnya lembaga
pernikahan) dimana sepasang manusia diberikan kebebasan untuk bercinta.
Dalam
tataran keluaraga, tentunya menjaga cinta agar senantiasa bersemi
dalam hati, agar rasa cinta kita terhadap sesama manusia tidak pernah
melebihi cinta kepada-Nya, adalah sebuah keniscayaan yang harus selalu
dijaga. Terlebih menjaga keharmonisan keluarga. Kebanyakan dari kita,
selalu membuka keran cinta itu terlalu lebar di awal, dan ketika
sampai pada titik tertentu, kita akan merasa bahwa rasa cinta yang kita
miliki sedikit menguap. Sementara ceruk hati belum tuntas, cinta yang
kita miliki sudah terlanjur habis ditengah jalan. Berikan seperlunya,
tapi sepenuh hati.
Silahkan mendefinisikan cinta menurut cara
masing-masing. Agar mudah mendapatkan definisi tersebut, dan jangan
sampai salah dalam mendefinisikan cinta, ada baiknya kita cermati
Firman Allah dalam Hadis Qudsy berikut ini "Allah berfirman: "Pasti
mendapat kecintaanKu bagi dua orang yang saling sayang-menyayangi
keranaKU,dua orang yang duduk bersama-sama keranaKu,dua orang yang
kunjung menggunjungi keranaKu,dan dua orang yang tolong menolong
keranaKu." Dan Hadis Rasulullah Saw: "Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahwa ia mencintainya. (HR Abu Daud dan At-Tirmidzy).
Bukankah
cinta yang membuat Rasulullah mengingat ummatnya meskipun Izrail telah
datang menjemput. Bukankah cinta yang membuat Ali menjual baju
perangnya untuk mahar kepada Fatima? Bukankah cinta yang membuat Shinta
terjun kedalam api karena Rama meragukan kesuciannya? Dan cinta jugalah
yang membuat Bandung Bondowoso bertekad membangun seribu candi. Dan
cintalah yang mampu menggurkan dosa ketika jemari laki-laki dan
perempuan bertautan dalam ridho-Nya.
Bahkan Allah memuliakan mereka yang saling mencintai dan bersahabat
karena Allah, yang membuat para nabi dan syuhada merasa iri terhadap
mereka mereka. (Nasa'i meriwayatkan dengan sanad dari Abu Hurairah ra,
Rasulullah bersabda: "Di
sekeliling 'Arsy, terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang ditempati
oleh suatu kaum yang berpakaian dan berwajah cahaya pula. Mereka
bukanlah para nabi atau syuhada, tetapi para nabi dan syuhada merasa
iri terhadap mereka."� Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, beritahulah kami tentang mereka!"� Beliau bersabda, "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, bersahabat, dan saling mengunjungi karena Allah." (Dan) Radio Dalam, 28 January 2008
|
|
|